Ini Alasannya, Anies Bawesdan Minta Gedung DPR Ditutup 3 Hari,

Gubernur DKI Jakarta, Anies Bawesdan./ist

Jakarta hK2 | Sebanyak 18 Anggota DPR RI disebut telah dinyatakan positif Covid-19. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar Gedung DPR ditutup selama tiga hari.

Apa yang disampaikan Anies itu seperti tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2020. Aturan itu juga berlaku bagi gedung perkantoran milik pemerintah, seperti halnya Gedung DPR RI, Kementerian, dan kantor pemerintahan lainnya.

"Ketentuannya bahwa ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama tiga hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan," tegas Gubernur DKI Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2020).

Anies menjelaskan, gedung yang ditutup selama tiga hari hanya yang terdapat kasus positif Covid-19, bukan ditutup satu komplek perkantoran tersebut. Mantan Mendikbud itu lantas memberi contoh kasus di Balai Kota DKI.

Beberapa waktu yang lalu, salah satu gedung di Komplek Balai Kota DKI terdapat kasus positif Covid-19. Pada saat itu, hanya satu gedung itu saja yang ditutup dan bukan penutupan satu Komplek Balai Kota.

"Jadi tidak ditutup seluruh komplek, tapi yang ditutup di gedung-gedung di mana di situ ditemukan orang yang positif. Jadi gedung tempat orang bekerja positif, di situ yang ditutup. Kalau tidak (ditemukan yang positif), ya tidak (ditutup gedungnya)," kata Anies. rel/fp