IMM Langkat Nilai Kades Ke Bali, Mubazir Dan Melukai Hati Rakyat.

halKAhalKI.com, Langkat - Pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) Manajemen Pemerintahan Desa serta Kunjungan ke Desa terbersih di dunia Desa Penglipuran Bali yang di selenggarakan oleh lembaga Diklat Manajemen Nasional yang yang diikuti 239 dari 240 Kepala Desa (Kades) Se Kabupaten Langkat.

Mengundang reaksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Langkat, IMM menilai kepergian Kades se Kabupaten Langkat ke Bali tersebut merupakan mubazir dan melukai hati rakyat, hal ini dikarenakan kegiatan yang memakai total anggaran sebesar Rp.3,108 Milyar yang bersumber dari ADD (Alokasi Dana Desa) 240 Desa,dimana setiap Desa harus mengeluarkan Rp.12,950 juta untuk biaya keikutsertaan Kadesnya dalam kunjungan ke Bali tersebut kurang produktif bagi kemajuan Desa.

Hal dinyatakan Immawan Indra Sudrajat pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Langkat kepada halKAhalKI.com, Minggu sore 2/9/2018.

"Kita sudah mengetahui Kades se Kabupaten Langkat berpergian ke Bali untuk sekedar ikut bimtek dan melihat Desa Penglipuran Bali dan hal ini kegiatan yang sangat mubazir jika hanya ikut bimtek ke Bali dan mengapa sekedar bimtek harus jauh ke Bali sana apa tidak bisa di laksanakan bimtek ya di Langkat ini saja,"ujar Indra Sudrajat.

"Dan kita mencatat hampir setiap tahun para Kades lakukan kunjungan ke Jawa dengan berbagai alasan study banding, bimbingan teknis dan sebagai nya tapi kita sampai saat ini tidak tau hasil output yang di dapat untuk kemajuan desa-desa di Langkat dan saya berharap Pemkab Langkat melalui PMDK harus nya jeli dan paham akan hal tersebut tidak perlu membuat kegiatan yang mubazir dan buang-buang uang rakyat ke Bali sana, masih banyak lokasi di langkat yang sangat relevan untuk sekedar rapat bimbingan teknis dan membuat kegiatan yang produktif,"kata Bendahara Umum IMM Langkat tersebut./ref