Ibrahim Hongkong Ditangkap BNN Saat Sosialisasi caleg Pemilu 2019

Foto : DCS DPRD Langkat Dapil 5 Partai NasDemPemilu 2019/istimewa

halKAhalKI.com, Belawan - Dalam press conference Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jendral (Dirjen) Bea dan Cukai serta TNI AL di Dermaga Kanwil Bea Cukai, Jalan Indrapura, Belawan Selasa 21/8/2018 yang memaparkan keberhasilan menggagalkan penyeludupan 105 kg Narkotika jenis Methamphetamine atau sabu dan 30 ribu butir ekstasi di perairan Aceh Tamiang.

Di press conference tersebut terkuak bahwa Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong ditangkap pada saat melakukan sosialisasi pencalegannya di Pemilu 2019. Hal ini di nyatakan Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari.

"Kami melakukan penangkapan kepada Ibrahim pada saat yang bersangkutan sedang melakukan sosialisasi dalam rangka agar terpilih kembali dalam Pileg 2019, dimana ketika itu yang bersangkutan tidak mengira petugas yang datang dari BNN tetapi mengira dari Bawaslu,"tutur Arman Depari.

Terkait Ibrahim Hasan yang akan Pemilu 2019 sebagai calon legislatif dari Partai NasDem untuk DPRD Langkat di Pemilu 2019.

"Jadi, pada saat kita amankan tersangka sedang sosialisasi kepada masyarakat," kata Deputi Pemberantasa BNN RI, Irjen Arman Depari, Selasa (21/8).

Dalam penangkapan yang dilakukan terhadap jaringan Ibrahim Hasan, petugas Gabungan menyita total barang bukti 105 kilogram sabu-sabu dan 30 ribu butir pil ekstasi berwarna biru.

Baca juga :
Seludupkan Sabu, Ibrahim Hasan Anggota DPRD Langkat Terancam Hukuman Mati.
Irjen Pol Arman Depari Jelaskan Penangkapan Anggota DPRD Langkat Bersama 6 Lainnya

Arman menyebutkan, pengungkapan bandar besar ini adalah rangkaian penindakan di tiga lokasi berbeda. Ketiga lokasi itu yakni di kapal di perairan Aceh Timur, Pangkalan Susu, dan Pangkalan Brandan pada Minggu (19/8) dan Senin (20/8). Kabarnya petugas menangkap hingga 11 orang termasuk Ibrahim.

"Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa Ibrahim masuk dalam sindikat jaringan internasional peredaran narkotika. Dia merekrut kurir hingga mengatur pengiriman lewat kapal yang sudah disewanya," ujarnya.

Ibrahim termasuk bandar besar. Dari pengakuannya dia sudah dua kali melakukan pengiriman.

Barang itu nantinya akan dia kirim ke beberapa daerah. Mulai dari Aceh, Medan dan Jakarta. "Seluruh tersangka terancam hukuman mati," pungkas Arman.

Terkait ikut sertaan Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong sebagai caleg Pemilui 2019,Ketua KPU Langkat Agus Arifin kepada halKAhalKI.com membenarkan pencalegan Ibrahim Hasan di Pemilu 2019 pada DPRD Langkat dan pihaknya tetap berpegang pada kekuatan hukum tetap terkait.

Baca Juga : Anggota DPRD Langkat Ditangkap Karena Sabu oleh BNN Terancam Di Pecat Partainya

"Benar yang bersangkutan ikut caleg dari Partai NasDem, saya lupa nomor urutnya," tutur Agus Arifin.

Lanjut Agus,"kami pada prinsipnya menunggu kasus tersebut berkekuatan hukum tetap dan jika partainya mencabut pencalegannya ya...tidak bisa, karena ada beberapa hal yang membatalkan calegnya yaitu mengundurkan diri,sakit,meninggal dunia, terkena kasus hukum yang telah berkekuatan hukum tetap erta TMS (tidak memenuhi syarat) berdasar hasil klarifikasi terhadap masukan dan tanggapan terkait persyaratan pencalonan" .

Sementara itu Muhammad Khair anggota KPU yang membidangi Divisi teknis menambahkan, Ibrahim Hasan merupakan bakal calon legislatif dari Partai NasDem untuk DPRD Langkat pada daerah pemilihan 5 dengan nomor urut 5,papar Muhammad Khair.

Baca juga : Satgas Anti Narkoba Sumut Apresiasi Penangkapan BNN di Langkat.

Informasi yang dirangkum diketahui Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong saat ini merupakan anggota DPRD Langkat dari Partai NasDem hasil Pemilu 2014.

Foto : Kartua Anggota DPRD Langkata Ibrahim Hasan/istimewa

Sementara itu di waktu yang berbeda Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Langkat Ajai Ismail mengatakan kepada halKAhalKI.com,

"Saya akan menunggu kabar A1-nya (kepastiannya,red) tentang penangkapan anggota NasDem tersebut,"tutur Ajai Ismail kepada halKAhalKi.com.
"Dan saat kami terima informasi yang pasti kami DPD Partai NasDem akan mengajukan usul pemecatan IH," tegas Ajai Ismail Ketua DPD Partai Nasdem Langkat./ref.