Hidayat Syahputra Komit Suarakan Keinginan Pemuda

halKAhalKI.com , Langkat - Hidayat Syaputra aktivis pemuda kelahiran Tanjung Pura Kabupaten Langkat, figur yang kerap menyuarakan persoalan sosial dalam kesehariannya .

Pemuda sederhana yang senantiasa lekat dengan dunia kepemudaan di Kabupaten Langkat ini senantiasa berbaur dengan berbagai organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Sosok yang akan ikut serta dalam kontestasi Pemilihan Legislatif DPRD Langkat yang akan berlangsung pada 17 April 2019 yang akan datang,menurutnya niat dan keputusan yang diambil tersebut merupakan sebuah keputusan yang dihasilkan dari perenungan panjang.

“Ya, merupakan keputusan yang dihasilkan dari perenungan panjang, untuk terjun dikancah politik praktis dan memutuskan untuk ikut bertarung dalam kontestasi pemilihan legislatif yang akan digelar tahun depan. Tentunya ini bukanlah hal yang mudah apalagi ditambah iklim pertarungan politik di negeri ini terkhusus di Langkat harus mengeluarkan cost politik yang tidak sedikit namun tekad sudah dibulatkan dan keputusan sudah diambil.” tutur Hidayat kepada halKAhalKI.com Senin pagi 1/10/2019 di Stabat.

Hidayat Syaputra juga merasa aspirasi dan kepentingan pemuda yang dirasanya selama ini acap kali luput dari perhatian pemerintah daerah Kabupaten Langkat dan dia berkomitmen akan senantiasa menyuarakan aspirasi dan kepentingan pemuda Langkat.

“Miris kita, Bang. Suara-suara kepentingan anak-anak muda didaerah ini acap kali luput dari perhatian pemerintah, banyak yang dilakukan hanya sebatas ceremonial saja. Pemuda harus mendapatkan porsinya dalam upaya pembangunan nanum pada kenyataan malah dipinggirkan. Tentunya kita prihatin melihat kondisi seperti ini. Dan ini harus disuarakan dan dirubah. Harus ada gerakan untuk merubah hal tersebut sebagai salah satu bagian dari mereka (pemuda) ada tanggung jawab moral dalam diri saya untuk menyuarakan hal tersebut.”

Hidayat juga menyampaikan bahwa tidak ada sarana dan prasarana yang representatif yang disediakan oleh pemerintah bagi anak-anak muda Langkat untuk melukakan kreatifitasnya.
“Tentunya kita sama-sama tau bahwa di Langkat ini anak-anak mudanya harus berupaya sendiri untuk mengembangkan bakat dan kreatifitasnya. Misalnya, anak-anak muda yang berlatih skeatboard di Tribun Alun-alun T. Amir Hamzah di Stabat dan akhir diusir oleh pihak yang berwenang. Tentu memang Tribun Alu-alun bukanlah tempat untuk bermain skeatboard namun karna tidak adanya tempat yang disediakan, terpaksa mereka berlatih disitu. Seharusnya Pemerintah membaca situasi ini dengan cermat. Ini baru satu contoh bang. Bagaimana dengan anak-muda yang memiliki kreatifitas dibidang seni budaya. Tidak ada satupun tempat yang representatif bagi mereka. Semisal gedung pertunjukan baik outdor atau pun indoor. Kalau situasi ini terus dibiarkan, lambat laun kratifitas anak-anak muda Langkat akan layu dan mati.” cetus Hidayat.

Kemudian Hidayat juga mengatakan itu merupakan salah satu contoh kecil luputnya perhatian Pemerintah Kabupaten Langkat atas kepentingan-kepntingan atau aspirasi pemuda. Padahal pemuda merupakan aset yang yang sangat berharga untuk kemajuan suatu daerah atau bangsa. Suara-suara inilah yang harus disuarakan dan hal inilah yang menguatkannya maju sebagai kontestan dalam pertarungan pemilihan legislatif yang akan datang./ref.