FKMW Aksi Damai dan Orasi di PT HKI Zona 3

FKMW gelar aksi damai dan orasi di kantor PT HKI Zona 3 jalan lintas Gohor Lama Kecamatan Wampu, Senin (16/8/22021) siang. /dok foto hK2

halKAhalKI.com, Langkat | Belasan warga Kecamatan Wampu yang menamakan dirinya Forum Konsultasi Masyarakat Wampu (FKMW) mengelar aksi damai dan orasi di depan pintu gerbang kantor PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Pembangunan Jalan Tol Ruas Binjai-Langsa Seksi Binjai Pangkalan Brandan Zona 3, di jalan lintas Gohor Lama Kecamatan Wampu, Senin (16/8/2021) siang.

Dalam orasinya di aksi damai tersebut, perwakilan FKMW terdiri dari Junaidi, Muhammad Indra dan Muhammad Sardani menuntut PT HKI Zona 3 untuk melaksanakan kesepakatan yang telah disepakati bersama dengan perwakilan masyarakat Kecamatan Wampu di ruang rapat PT. HKI Zona 3 pada Selasa, 26 Januari 2020 yang lalu.

Adapun kesepakatan tersebut yakni,

  1. Penyiraman jalan akan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan kebutuhan menggunakan wate tank, dengan melibatkan masyarakat setempat.
  2. PT HKI akan menjaga dan memperbaiki jalan dan fasilitas pendukung yang rusak (akses yang dilewa kendaraan proyek) agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan proyek.
  3. PT HKI akan mengakomodir untuk merekrut warga sekitar, bekerja sama dengan unsur kepemuda
  4. untuk bekerja di proyek dengan persyaratan dan prosedur PT HKI. 4. Dump Truck yang mengangkut material yang melewati jalan dibatasi kecepatannya 20 Km/Jam de tidak konvoy serta ditutup terpal.
  5. Terkait peraturan daerah, PT HKI akan mematuhi perda yang berlaku.
  6. 6. PT. HKI akan mengakomodir kegiatan CSR di lingkungan proyek, berkoordinasi dengan aparat des kelurahan dan unsur kepemudaan.
  7. PT. HKI tetap diperbolehkan melalui jalan akses tersebut, dengan syarat-syarat yang telah disepakatii

Tuntutan FKMW

  1. Jalan protokol tidak boleh digunakan sebelum diperbaiki atau diratakan dan dikeraskan seluruh badan jalan yang dilalui truk Galian C dalam pembangunan jalan Tol.
  2. PT.HKI tidak diperbolehkan menerima tanah / material yang tidak memiliki Izin Galian, serta meminta kepada PT.HKI untuk menjelaskan secara administratif bahan material yang bisa digunakan secara prosedural dalam pembangunan jalan Tol.
  3. Meminta kepada PT.HKI untuk memberantas oknum yang mengatas namakan PT.HKI dalam rekrutmen tenaga kerja, yang diduga melakukan pemungutan uang sebelum bekerja dan pemotongan gaji setelah bekerja.
  4. Meminta PT.HKI segerah menyalurkan CSR kepada warga masyarakat yang terdampak pembangunan jalan Tol dengan menggandeng pihak kepemudaan dan Desa agar penyaluran tepat sasaran.
  5. Meminta kepada PT.HKI saat dan sesudah perbaikan jalan, PT.HKI wajib melakukan penyiraman sepanjang jalan yang dilalui truk pengangkut material pembangunan jalan tol.
  6. Meminta kepada PT.HKI mengaspal jalan protokol setelah selesai pembangunan jalan tol.
  7. Meminta Kepada PT.HKI, apabila didapati pengusaha/vendor/kwari yang melanggar kesepakatan dengan masyarakat ini maka PT.HKI dapat menindak secara tegas dengan memutuskan kerjasama dengan pihak tersebut.
  8. Jika dalam tuntutan yang disampikan diatas tidak diindahkan oleh PT.HKI, maka kami akan mendesak tuntutan Tersebut.

Dalam aksi tersebut, FKMW juga mengelar spanduk dan tulisan diatas kertas dan hingga aksi berakhir tidak ada satupun pimpinan PT HKI Zona 3 yang menemui massa FKMW di pintu gerbang Kantor BUMN tersebut. Aksi damai ini juga mendapat pengawalan dari personil Polsek Stabat serta Polres Langkat.

Terpisah, Humas PT HKI Zona 3, Andi yang dikonfirmasi halKAhalKI.com melaui aplikasi perpesanan menyatakan, pihaknya telah melaksanakan kesepakatan 8 point, "mhn maaf bang, perlu di garis bawahi, saya tidak melihat adanya warga wampu disana bang. Dan untuk 8 poin tsb, pada dasarnya sudah kami realisasikan, hanya ritme rutinitasnya saja, alhamdulillah data kami lengkap untuk menepis tuntutan 8 poin tersebut," sebut Andi.