halKAhalKI.com, Langkat | Dituduh melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga warga Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, seorang ibu rumah tangga Mariana br Sitepu (40) dengan tegas membantahnya.
Dia mengaku, apa yang dituduhkan kepadanya dan rekan-rekannya itu adalah cerita bohong. Bahkan, menyentuh para korban Sus, Er dan ESP tak pernah dilakukannya.
Hal itu disampaikan warga Dusun VI, Tanjung Keriahan, Sirapit, Kabupaten Langkat itu kepada jurnalis bersama Paksa br Sembiring dan Darliana br Sembiring, di Stabat, Rabu (23/2/2022) sore. Dengan tegas, mereka menepis tudingan tersebut. “Semua itu cerita di berita media online itu bohong,” ketus Mariana.
Diberitakan dalam sebuah media online, Sahun br Karo, orangtua dari ESP yang disebut-sebut sebagai korban penyekapan mengatakan, anaknya dan Sus diculik di Perbaungan oleh Darliana br Sembiring bersama suaminya. Sedangkan Er diculik di Tanah Karo dan langsung disekap di rumah Darliana.
Sekira seminggu disekap dan dianiaya, ketiganya sempat lolos. Namun tertangkap lagi dan dibawa ke gudang milik Suranta Sembiring di Tanjung Keriahan, Sirapit. Kemudian, mereka mengaku disekap lagi seminggu di rumah Marian br Sitepu. Seminggu di rumah Eva, dan seminggu di rumah Derhana br Ginting.
“Semua itu hoax, itu hanya cerita yang dikarang-karang. Tujuannya agar kami yang sudah menjadi korban penipuan Sus dan Er bisa diperas mereka. Ungkapan itu juga pernah dikatakan Sus kepada Paksa br Sembiring via handphone dan didengar langsung oleh Darliana,” ungkap Mariana.
Eksplorasi konten lain dari halKAhalKI.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
