Dipaksa Terbitkan Surat Tanah Tidak Dalam Silang Sengketa, Kades Besilam Bukit Lembasa Lapor Polisi

Kades Besilam Bukit Lembasa,Suningra tunjukkan surat laporannya ke Polisi, Selasa (6102020)

Langkat, hK2 | Merasa dipaksa untuk menerbitkan surat keteranga tanah tidak dalam silang sengketa terhadap lahan seluas 226 Ha, milik orang lain di Desa Besilam Bukit Lembasa dan dugaan pemalsuan kop surat Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu berlogo Pemkab Langkat yang isinya menyatakan surat keterangan tanah tidak dalam silang sengketa lahan seluas 226 ha.

Kepala Desa (Kades) Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, Suningrat melaporkan Oknum Pengacara bernama Sariman SH, serta Ketua Kelompok Tani Mulia, Desa Pasar IV Namu Terasi, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Daud Ketaren, ke Polres Langkat, Selasa Selasa (06/10/20).

Hal ini paparkan Kades Besilam Bukit Lembasa, "saya selaku Kades, tentunya tidak berhak untuk membuat surat seluas 226 Ha. Bahkan saya juga tidak pernah mengetahui tanah tersebut dan tidak pernah menerima bukti pembayaran PBB sampai saat ini," kata Sunigrat.

Sebagai Kepala Desa Besilam Bukit Lembasa, Suningrat juga mengatakan, adapun tanah yang dimaksud oleh Daud Ketaren Cs dan Sariman SH, saat ini sudah ada Pemiliknya dan merupakan masyarakat di Desanya.

"Tanah yang dimaksud oleh mereka sudah bersertifikat dan membayar PBB setiap tahunnya," bebernya.

Informasi yang dirangkum menyebutkan adapun surat yang dibuat Suningrat dengan Kop Surat Desa Besilam Bukit Lembasa, Jalan Bukit Dinding No 10, tertanggal 6 Oktober 2020, dengan Nomor : , Perihal Laporan Pengaduan, yang ditujukan kepada Kapolres Langkat.

Selanjutnya 1 2