DPUPR Langkat di Unjuk Rasa,Pengunjuk Rasa Persoalkan Proyek Jembatan Bernilai 28,5 Milyar

Pengunjuk rasa dari FGD Masyarakat dan Mahasiswa Langkat Bersatu diterima PLT Kepala Dinas PUPR Kabupaten Langkat, Subiyanti, dirubah rapat Dinas PUPR Jum'at (4/10/2019)./dok foto hK2

LANGKAT, halKAhalKI.com | Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Langkat, didatangi belasan mahasiswa pengunjuk rasa yang menamakan dirinya FGD Masyarakat dan Mahasiswa Langkat Bersatu, Jum'at (4/10/2019) pagi.

Pengunjuk rasa meminta kepada pihak yang berwenang memanggil dan memeriksa Kepala Dinas PUPR Kabupaten Langkat sebagai kuasa pengguna anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pokja Pengadaan terkait adanya dugaan korupsi pembangunan jembatan di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Dalam pernyataan sikap tertulisnya pengunjuk rasa menyatakan,"pada hari ini,perhatian kami tertuju pada Dinas PUPR dan kami menduga instasi tersebut merupakan lumbung bagi koruptor."

FGD Masyarakat dan Mahasiswa Langkat Bersatu, berunjuk rasa di Dinas PUPR Kabupaten Langkat,Jum'at (4/10/2019) pagi.

Setelah beberapa saat berorasi, belasan mahasiswa pengunjukrasa tersebut diterima Dinas PUPR Kabupaten Langkat diruang pertemuan Kepala Dinas PUPR Langkat.

Selanjutnya 1 2