Di Langkat, Setidaknya Ada 2 Potensi Konflik dan 3 Konflik yang Telah Terjadi

Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat tahun 2020 di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (26/11/2020).

Langkat, hK2 |Setidaknya ada 2 potensi yang rawan konflik dan 3 konflik yang telah terjadi di Kabupaten Langkat berdasarkan catatan Polres Langkat dan Kodim 0203/Langkat.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat tahun 2020 dengan Tema Bersama Menjalin Sinergitas Mewujudkan Langkat Yang Sejahtera Dan Religius , di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (26/11/2020). 

Menurut data Polres Langkat yang disampaikan Kabag Ops Polres Langkat Kompol Arif Batu Bara, ia memaparkan sejumlah wilayah rawan konflik yang ada di wilayah hukum Polres Langkat. 

Menurut Kompol Arif Batubara, soal penolakan kelompok warga masyarakat Dusun Vll Desa Timbang Lawang Kecamatan Bahorok. Terkait galian C milik S Sah Daulat Purba di Pante Rambe. "Penolakan Warga terhadap galian C tersebut, dikarenakan mempengaruhi debit air  untuk Irigasi tanaman padi dan perikanan warga," sebutnya.

Kemudian, sambung Kompol Arif, terkait adanya 33 warga masyarakat Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang, yang memiliki 36 Dapur Penyulingan Minyak Mentah (Condent) ilegal. 

"Karena mereka tidak memiliki izin dari Dinas terkait, jadi masyarakat sekitar merasa terganggu. Sebab dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadi Kebakaran," ungkapnya. 

Selanjutnya 1 2 3