Debat Pilkada Langkat Jauh Dari Ekspektasi Pemilih.

halKAhalKI.com, Medan - Debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Langkat periode 2018-2023 yang digelar di hotel Grand Mercure Jalan Sutomo No. 1 Medan, Sabtu 2/06/2018 pukul 10.00 WIB.

Dalam Debat Publik terkait  Visi dan Misi calon Bupati dan Wakil Bupati Langkat di ikuti  tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Langkat terdiri dari Terbit Rencana Peranginangin Angin - H.Syah Afandi SH, paslon nomor urut 1,paslon nomor urut 2 H.Rudi Bangun, SE, MAP dan H.Budiono, SE serta paslon nomor urut 3 Drs. Sulistianto, M. Si dan Heriansyah, S.Ag .

Debat publik yang dilaksanakan KPU Langkat juga dihadiri 50 pendukung masing masing Paslon, partai politik pengusung Paslon dan undangan lainnya.

Salah satu yang timbul dalam debat kandidat tersebut adalah pungli terkait pengangkatan kepala sekolah di kabupaten Langkat. Calon Bupati nomor urut 1Terbit Rencana Perangin Angin, menyatakan dirinya tidak pernah mendengar  adanya pungutan liar pengangkatan Kepala Sekolah dan selanjutnya Syah Afandin, S.H. menawarkan solusi mengatasi pungli dengan penggunaan sistem yang jelas dan terintegrasi, yakni prosedur pengangkatan dan pemberhentian berdasarkan SOP yang telah diatur dalam Permendagri no 119 tahun 2017 . 

Berbeda dengan pasangan nomor urut 1, pasangan nomor urut 3 Drs. Sulistianto, M. Si dan Heriansyah, S.Ag lebih menekankan pada pengangkatan kepala sekolah berdasarkan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan pribadi yang tidak tercela.  

Sedangkan pasangan nomor urut 2 H.Rudi Bangun, SE, MAP dan H.Boediono, SE , menggunakan falsafah the right man, the right place, on the right job dalam pengangkatan kepala sekolah.

Debat berakhir pukul 11.00 dengan aman dan tertib dimana masing-masing paslon memberikan pernyataan penutup dilanjutkan dengan teriakan masing-masing pendukung.

Secara umum debat publik Paslon Pilkada Langkat jauh dari harapan beberapa pemilih Langkat. Mereka menginginkan dari debat tersebut masyarakat dapat menggali potensi calon dalam paparan program yang menyentuh masyarakat langsung.

Sebagaimana di katakan Aliandi seorang penggiat sosialnyaand kemasyarakatan warga Kecamatan Secanggang yang menonton debat publik calon Bupati dan wakil Bupati "Ketika acara debat kandidat berlangsung kami masyarakat pesisir ngumpul bersama di rumah nonton acara tersebut lewat televisi,tapi sedikit kecewa dihati kami ketika menonton debat tersebut"

"Kami berharap dengan berlangsung nya acara tersebut adalah merupakan pendidikan politik bagi rakyat, sehingga kami dapat melihat para calon dapat saling melempar gagasan ataupun saling menawarkan program yang baru untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat Langkat dan nyatanya debat itu diluar ekspektasi kami, artinya bagi kami adalah acara tersebut hanya jadi ajang macam bercakap cakap di warung saja.

Namun kita harus jujur juga, dari semua Cabup dan Cawabup hanya Pak Ondim lah yang lebih baik dalam menjawab pertanyaan dari para panelis maupun calon lainnya., tutur Aliandi kepada halKAhalKI.com.

Hal senada juga diungkapkan Syafril, SH yang politisi dan berprofesi Advocat, "Kalau diamati debat kandidat bupati dan wakil bupati belum ada yg bisa membela kepentingan Nelayan dan pengusaha kecil,semua berkutat pada yang sudah ada dana nya, ini yg sulit kita tebak, kemana arah pembangunan nya,baik itu SDM dan SDA,  pembangunan apa yang bisa menjadi icon langkat"./jan/ref