DBD di Desa Pantai Cermin Tg Pura,1 Meninggal Belasan Opname.

Foto : Salah satu ibu rumah tangga di Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, terbaring lemas di rumahnya akibat menderita DBD./27/8/2018

halKAhalKI.com, Tanjung Pura-Akibat DBD di Desa Pantai Cermin Kecamata Tanjung Pura Kabupaten Langkat 1 meninggal dan belasan warga di opname.

Mustapa (25) meninggal akibat menderita DBD yang menyerang Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat

Sebelumnya Mustapa sempat dirawat dirumahnya selama 3 hari, karena tidak kunjung sembuh keluarganya membawanya ke RSUD Tanjung Pura untuk mendapat perawatan secara intensif,sekira pukul 16.00 WIB pada Minggu 26/8/2018 Mustapa dan keluarganya tiba di RSUD Tanjung Pura.

Namun sayang, usaha keluarga tidak mendapatkan hasil sebagaiman yang diharapkan setelah ditangani dokter di UGD RSUD Tanjung Pura selama 1 jam, akhirnya Mustapa mengembuskan napasnya terakhir sekira pukul 17.00 wib.

Informasi di himpun halKAhalKI.com Senin (27/8), menyebutkan, Mustapa terpapar DBD, dengan trombosit 36.000.

Selain mustapa, beberapa warga Desa lainnya juga terserang DBD. Salah satu istri Tenang Ketua BPD Desa Pantai Cermin, , yang saat ini terbaring dengan kondisi lemah, dengan tangan terinfus.

Tenang, nama panggilan ketua BPD ini menyatakan, sebelum istrinya sakit, terlebih dahulu anaknya terserang penyakit DBD. Setelah dinyatakan sembuh oleh dokter, kemudia anaknya diperbolehkan pulang.

Tenang berharap, ada kepedulian Pemerintah Langkat, khususnya Dinas Kesehatan Langkat, yang saat ini belum melaksanakan poging untuk membunuh nyamuk penyebab DBD di lingkungan Desa Pantai Cermin.

Kepala Desa Pantai Cermin, Komeri Edi mengatakan, sudah ada 16 warganya diduga terserang penyakit DBD.

Ia juga mengakui, kalau sebagian warganya yang sakit DBD sudah ada yang pulang kerumahnya masing-masing.

Namun pihaknya tidak membantah warganya saat ini, masih Opname sedang terbaring di beberapa rumah sakit akibat DBD.

" Kita sudah melaporkan kejadian ini ke Bidan Desa, agar segera di lakukan Poging, sebelum bertambahnya korban jiwa.

Informasi dihimpun, Demam Berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.

Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Demam Berdarah Dengue , diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Infeksi virus tersebut biasanya menyebabkan beberapa gejala seperi demam, pusing, nyeripada bola mata, otot, sendi, dan ruam./ref