Pasca kunjungan Komisi D DPRD Langkat ke CV Makin Maju

BPKN Minta DPRD Langkat Laporkan CV MM, Terkait Pencemaran Lingkungan

Ketua BPKN Sumut, Drs. TR Girsang

Medan, halKAhalKI.com | Pasca kunjungan Komisi D DPRD Kabupaten Langkat ke CV Makin Maju (CV MM) pihak Lembaga Badan Penyelamat Kekayaan Negara (BPKN) Sumut masih merasa belum puas. Sebab, turunnya anggota Komisi D DPRD Kabupaten Langkat ini untuk kedua kalinya.

"Komisi D DPRD Langkat ini sudah dua kali turun ke CV Makin Maju. Pertama, itu di tahun 2017 ketika kami menerima kuasa dari masyarakat Dusun III Agung Sari Desa Jati Sari Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Pada saat itu, kami menyurati Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) Kabupaten Langkat. Ditanggapi, namun belum ada hasil apapun hingga saat ini. Baik itu ganti rugi in material maupun material kepada masyarakat. Dan, tahun ini yang kedua kalinya anggota Komisi D DPRD Langkat turun," kata Ketua BPKN Sumut Drs TR Girsang kepada wartawan, baru baru ini di Medan.

Menurutnya, kala itu DLH Langkat bersama anggota Komisi D DPRD Langkat turun ke pabrik CV Makin Maju untuk mengambil sampel limbah dari pabrik CV Makin Maju. "Dan tahun ini, anggota Komisi D DPRD Langkat bersama DLH Langkat turun serta mengambil sampel limbah CV Makin Maju. Ada apa ini, mana hasil sampel limbah di tahun 2017? Mengapa belum ada tindakan tegas kepada CV Makin Maju, baik sanksi administratif berupa penutupan dan sanksi pidana serta sanksi perdatanya," tanya Girsang.





Ia menambahkan, dalam kasus ini, pihak BPKN Sumut juga menyurati Balai Gakum Sumut dan Seksi I Gakum Medan. Di kedua instansi ini, BPKN Sumut juga belum merasa puas. Dimana, hingga saat ini belum juga ada tindakan tegas dari kedua instansi tersebut. Akibatnya, BPKN Sumut menduga ada dugaan penyuapan dan penghilangan barang bukti berupa data laporan yang mereka laporkan.

"Laporan kami terhadap CV Makin Maju itu lengkap. Mulai dari hasil sampel Lab dari pihak Sucopindo terhadap limbah CV Makin Maju dan pengakuan dari CV Makin Maju bahwa usaha mereka bermasalah," ungkapnya.

Selanjutnya 1 2 3 4