Biadap…,Anak 6 Tahun Dicabuli Pria Dewasa di Tanjung Pura.

Foto : Doni (22) warga Dusun Manggis, Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat tersangka pencabulan terhadap anak/istimewa

halKAhalKI.com, Langkat - Kejahatan seksual terhadap anak kembali terjadi di Langkat dan ini menegaskan kembali Kabupaten Langkat rawan terhadap tindak pidana yang melibatkan anak sebagai korban.

Untuk kesekian kalinya di Kabupaten Langkat kembali terjadi pencabulan terhadap anak. Belum jelas proses hukum terhadap Guru honorer Marz (30) atas dugaan kejahatan seksual yang dilakukannya pada 4 anak siswa SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu dan kasus pencabulan terhadap AF (8) siswa kelas tiga SD Negeri (SDN) 053982 Buluh Telang, Dusun Sido Bangun, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Langkat yang diduga dilakukan Kepala Sekolah Dasar Negeri tersebut berinisial SG.

Kini, SH seorang anak perempuan berusia 6 tahun dicabuli seorang pria dewasa pada Kamis 15/11/2018 Siang, sekira Pukul 11.30 Wib dan diduga pelakunya Doni (22) warga Dusun Manggis, Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan Doni dengan cara merayu SH yang bertempat tinggal tidak jauh dari kediamannya dengan bujukan akan di berikan uang selanjutnya Doni melakukan pencabulan terhadap pelajar putri yang berusia 6 tahun tersebut.

Akibat kejahatan seksual tersebut Doni diringkus aparat Kepolisian dan di tahan di Polres Langkat. Kasubbaghumas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan membenarkan penangkapan tersangka pelaku kejahatan seksual terhadap anak tersebut.

"Benar, anggota kita telah mengamankan pelaku tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap korban berinisial SH. Untuk memuluskan aksinya, dia (Pelaku) merayu korban dan berjanji akan memberikan uang," tutur Arnold.

Lebih lanjut dikatakan Kasubbaghumas Polres Langkat tersebut, modus operandi yang dilakukan terhadap korban mengiming iming korban akan memberi uang, merayu korban dan berjanji akan memberi uang setelah itu Pelaku mencabuli SH".

Maraknya kejahatan seksual yang dilakukan orang dewasa terhadap anak di Kabupaten Langkat sangat ironis dan kerap terulang kembali dan kondisi ini sangat mengherankan dikarenakan Indonesia negara hukum sebagaimana amanat konstitusi kita UUD 1945 pasal 1 ayat (3) serta posisi hukum sebagai sosial kontrol atau pengendali masyarakat, agar masyarakat dalam pergaulannya tetap dalam koridor yang telah ditentukan hukum sebelumnya.

Namun hal tersebut tak membuat takut terhadap dampak hukum bagi pelaku kejahatan seksual anak. Kondisi ini membuat aparat hukum kita harus bekerja keras untuk melaksanakan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan seksual dengan memberikan hukuman terberat sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku sehingga kejahatan terhadap anak dapat diredam atau minimal mampu membuat efek jera bagi pelakunya dan masyarakat umum./ref