Beda Wartawan dan Pemedsos Menurut Ketua SMS Sumut

Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung./dok

halKAhalKI.com, Medan - Ketaatan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang berlandaskan UU 40/1999 tentang Pers merupakan indikator utama yang membedakan profesi wartawan atau jurnalis dengan pegiat media sosial (pemedsos).

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut Ir Zulfikar Tanjung mengemukakan itu pada Diklat Jurnalistik Kader Media DPW Partai Ummat Sumut di Hotel Saka Medan, Minggu (14/11/22021).

Dihadapan puluhan jurnalis kader partai itu dan para fungsionaris diantaranya Ketua DPW Partai Ummat Sumut Ir Heri Batangari Nasution MPsi, Zul mengingatkan jurnalis agar tetap memedomani KEJ itu dan prinsip elemen jurnalisme secara umum.

"Itu lah yang menjadi pembeda jurnalis dengan pegiat media sosial. Perlindungan hukumnya juga berbeda. Jurnalis dilindungi sepenuhnya oleh UU 40 Tahun 1999 dengan mediasi Dewan Pers, sementara pemedsos UU 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," ujarnya.

Selanjutnya 1 2 3