Bawaslu Sumut di Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa Cinta Indonesia Terkait Dugaan Pelanggaran Kampanye

Foto : Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cinta Indonesia di Bawaslu Sumut, Selasa (5/3/2019)/ist

halKAhalKI.com - Medan - Puluhan mahasiswa yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiwa Cinta Indonesia berunjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara Jalan H. Adam Malik No. 193 Medan. Selasa, (5/3/2019).

Kedatangan Aliansi Mahasiswa Cinta Indonesia tersebut Bawaslu Sumatera Utara terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Muhammad Syafi'i di 'Apel Siaga 222 Lawan Kriminalisasi/Kecurangan-Deklarasi Pilkada Damai' yang berlangsung di depan Masjid Raya Al Mashun, Medan, pada Jumat (22/2/2019).

Dalam apel ini tersebut, Muhammad Syafi'i yang kembali maju menjadi Caleg DPR RI ini diduga melakukan kampanye terselubung yang menguntungkan salah satu pasangan calon Presiden-calon Wakil Presiden.

Terkait hal tersebut  seorang warga Medan bernama Fakhruddin Pohan melaporkan peristiwa tersebut kepada Bawaslu Provinsi Sumatera Utara dan Aliansi Mahasiswa Cinta Indonesia menyatakan dukungannya terhadap laporan Fakhrudin Pohan tersebut

Berselang beberapa setelah Fakhrudin Pohan tiba di Kantor Bawaslu Sumut, puluhan Massa dari Aliansi Mahasiswa Cinta Indonesia Geruduk kantor Bawaslu Sumut, Selasa (5/3/2019) siang sekira pukul 11.25 Wib.

Massa yang menggunakan sekitar empat unit mobil angkutan umum ini datang dari arah Simpang Glugur Medan.

Dalam pernyataan sikapnya aliansi mahasiswa tersebut antara lain, mendukung Fahruddin Pohan yang melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Muhammad Syafi'i yang juga Caleg DPR RI Dapil III Sumut pada tanggal 22 Februari 2019 di Taman Sri deli Medan yang diduga melakukan kampanye terselubung.

"Kami mengecam atas perbuatan Romo Syafii atas penggunaan Mesjid utk Kampanye terselubung," kata salah seorang perwakilan mereka.

Dalam orasinya koordinator aksi Fachrul Rozi mengungkapkan rasa kekecewaan ya terhadap sikap Bawaslu Sumut atas kinerja yang lambat.

“kami kali ini kembali ke sini untuk menanyakan sikap Bawaslu yang terkesan lambat,” ujarnya.

Ia menambahkan sangat mengecam keras perbuatan Romo yang telah menggunakan masjid sebagai kampanye terselubungnya.

Foto : Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cinta Indonesia di Bawaslu Sumut, Selasa (5/3/2019)/ist

“Kami mengecam aksi Romo Syafi’i melakukan kampanye di masjid terbesar di Sumatera Utara, gimana Bawaslu Sumut ada apa ini, apa sudah ada permainan dengan Romo,” teriak koordinator aksi.

Pihaknya meminta Bawaslu Sumut harus bersikap tegas, karena menurut pihaknya kasus tersebut sangat gampang, “Kami menilai hari ini Bawaslu Sumut mandul, tidak bisa menunjukan sikapnya, hai Syafrida tunjukkan batang hidungmu keluar kau,” kembali teriak koordinator.

Massa yang didominasi laki laki tersebut berkumpul tepat di depan pintu masuk kantor Bawaslu Sumut sambil membawa poster serta bendera merah putih dan dikawal lima petugas Kepolisian.

Aliansi mahasiswa juga meminta Bawaslu RI untuk memanggil Ketau Bawaslu Sumatera Utara serta menyatakan Bawaslu Sumatera Utara harus berani mengambil keputusan dan bertindak tegas kepada orang yang diduga melakukan pelanggaran kampanye.

Menangapi hal pernyataan aliansi mahasiswa tersebur seorang Staff Bawaslu Sumut, Erwin Arisandi  menyatakan bahwa pada hari ini bawaslu sedang meminta klarifikasi terhadap Fahkruddin Pohan dan pada hari rabu Rabu 6 Maret 2019 akan memanggil terlapor Muhammad Syafi'i.

“ Kami mohon maaf karena ketua Bawaslu saat ini tidak bisa hadir karena sedang berada di Jakarta mengikuti kegiatan Rapat koordinasi Nasional terkait pungut dan hitung suara," ungkap Erwin .

Erwin juga menyatakan bahwa laporan sedang kita tangani bersama Gakkumdu selama 14 hari kerja, dan nantinya akan disampaikan hasilnya, dan apabila terlapor tidak memenuhi 2 kali panggilan dari Bawaslu. Bawaslu akan melakukan rapat internal bersama Gakkumdu serta Bawaslu tidak bisa melakukan pemanggilan paksa sehingga perlu di komunikasikan kembali dengan pihak Sentra Gakkumdu./ref