Akses Perekonomian dan Sosial Tersendat, Masyarakat 7 Desa di Mandailing Natal Butuh Jembatan,

Warga yang melintasi Jembatan gantung swadaya masyarakat di Kecamatan Tambangan,Madina hampir jatuh ke sungai Batanggadis ,Minggu (6/10/2019).

MADINA, halKAhalKI.com | Sejak Oktober 2018 lalu masyarakat tujuh Desa di seberang Batang gadis Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kesulitan untuk menuju Kota Kecamatan dan ibu pusat pemerintahan Kabupaten Madina.

Masyarakat dari 7 Desa tersebut yakni Desa Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang, Simangambat dan Panjaringan kesulitan membawa hasil bumi dari kampung ke pusat kecamatan. Kondisi ini disebabkan jembatan utama di atas Sungai Batanggadis menuju tujuh desa hanyut dibawa banjir bandang tahun lalu.

Akibat putusnya Jembatan Tambangan sebagai akses utama menuju maupun dari pusat kecamatan Tambangan dan kabupaten Madina sehingga sangat mengganggu roda perekonomian masyarakat serta keperluan lainnya.





Sangat dibutuhkannya akses penyeberangan tersebut, hingga akhirnya warga membuat getek atau rakit sebagai sarana transportasi penyeberangan menggantikan jembatan yang hanyut dibawa banjir bandang. Getek atau rakit tersebut dimanfaatkan masyarakat selama lima bulan mulai Oktober hingga April 2019 dan menjadi satu satunya sarana untuk menyeberangi sungai Batang Gadis.

Akhirnya,karena sudah tak tahan bergetek, masyarakat bermusyawarah untuk membangun jembatan gantung sementara.

Selanjutnya 1 2 3 4