42 ekor Belangkas, Satwa yang di Lindungi digagalkan Tipidter Polres Langkat Penjualannya

Tersangka penjual belangkas satwa yang dilindungi./dok

halKAhalKI.com, Langkat | Empat puluh dua ekor Belangkas (Tachypleus tridentatus) atau horseshoe crab alias kepiting ladam karena bentuknya dianggap mirip ladam diamankan unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Langkat dari seorang warga Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, berinisial Y (39), Jum'at (12/3/2021).

Informasi yang diperoleh halKAhalKI.com menyebutkan, sekira pukul 14.00 WIB, Kanit Tipidter Ipda Herman F. Sinaga dan anggota Opsnal Tipidter menangkap Y di di Desa Jaring Halus, Secanggang dalam tindak pidana menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) Undang - Undang RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Kasat Reskrim Polres Langkat, Iptu Muhammad Said Husen, menjelaskan dalam keterangan tertulisnya, berdasarkan laporan dari masyarakat di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang ada kegiatan memperniagaan satwa yang dilindungi berupa Belangkas. Atas informasi tersebut unit Tipidter Satreskrim Polres Langkat melakukan penyelidikan dan akhirnya ditemukan dirumah Y, 42 ekor belangkas satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup di dalam piber. Dan Belangkas tersebut baru dibeli dari nelayan yang akan diperjual belikan kepada seseorang berinisial Am warga Pangkalan Brandan.

"Y dan barang bukti dibawa ke Polres Langkat guna proses Hukum lebih lanjut," sebut Said Husen.

Kanit Tipidter Ipda Herman F. Sinaga melakukan serah terima barang bukti belangkas hidup sebanyak 34 ( tiga puluh empat ) ekor kepada Tim BKSDA untuk dilepas liarkan kembali ke habitatnya guna menjaga kelestariannya, Sabtu (13/3/2021). /dok

Dijelaskan Kasat Resrim Polres Langkat, Y dipersangkakan melanggar Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1990. "Tindak pidana yang dipersangkakan kepada Y, pasal 40 ayat (2) Undang - Undang RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, penyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 ( lima ) tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta.," paparnya

Selanjutnya Unit Tipidter Satreskrim Polres Langkat berkoordinasi dengan BKSDA untuk lepas liarkan kembali belangkas yang masih hidup. Dan selanjutnya pada hari ini (Sabtu,13/3/2021) sekira pukul 13.30 WIB, Kanit Tipidter Ipda Herman F. Sinaga melakukan serah terima barang bukti belangkas hidup sebanyak 34 ( tiga puluh empat ) ekor kepada Tim BKSDA untuk dilepas liarkan kembali ke habitatnya guna menjaga kelestariannya.