239 Kades Langkat Bimtek di Bali Pakai Anggaran Rp.3,108 Milyar Bersumber Dari ADD.

halKAhlKI.com,Langkat - Sebanyak.260 orang yang terdiri 239 Kepala Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Langkat dan 20 orang lainnya meninggalkan Desanya menuju Pulau Dewata Bali untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis Manajemen Pemerintahan Desa dan Kunjungan Lapangan Kepala Desa Se Kabupaten Langkat ke Desa terbersih di dunia Desa Penglipuran Bali yang di selenggarakan oleh sebuah lembaga Diklat Manajemen Nasional.

Dari informasi yang dirangkum serta pantauan halKAhalKI.com di ketahui keberangkatan Kepala Desa sebagai Kabupaten Langkat ke Bali di bagi dalam 2 kloter yang masing masing kloter 1 terdiri dari 126 orang dan kloter 2 134 orang.

Baca juga :
Rencana Ke Bali, Biayanya Rp.12.950.000/Kades Selama 5 Hari
HIPAKAD Langkat Minta Kejagung RI Turun Tangan Usut Kades di Langkat

Sebelum menuju Bandara Kualanamu para Kepala Desa dari wilayah Langkat Hilir dan Teluk Aru yang berasal dari Desa Desa di Kecamatan Stabat,Wampu,Hinai,Batangdirangkum Serangan, Tanjung Pura ,Sawit Seberang,Padang Tualang, Gebang, Babalan,Sei Lepan ,Brandan Barat,Pangkalan Susu,Besitang dan Pematang Jaya di kumpulkan di sekitar kantor Badan Pemberdayaan Masyakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) Kabupaten Langkat yaitu di pelataran parkir belakang Kantor Satpol PP Kabupaten Langkat.

Selanjutnya Kloter 2 yang berkumpul di sekitar Kantor BPMDK Kabupaten Langkat pukul 07.00 WIB berangkat menuju Bandara Kualanamo pukul 08.00 WIB dengan menggunakan empat bus. Setelah tiba di Bandara rombongan kloter 2 yang terdiri dari 133 dari Kepala Desa di wilayah Langkat Hilir dan teluk Aru ditambah beberapa orang Kepala Seksi dari enam kecamatan. Kepala Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lepan,Darmianto tidak turut serta dalam rombongan disebabkan yang bersangkutan berada dalam sel penahanan Polres Langkat karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak.

Selanjutnya kloter 2 setelah tiba di Bandara akan melanjutkan perjalanan menuju Bali dengan menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 902 pada pukul 13.15 WIB dengan rute Kualanomo-Bandung (transit,tidak berganti pesawat) - Denpasar dan dijadwalkan akan tiba di Denpasar pada pukul 19.00 WIB.

Sebelumnya kloter 1 yang terdiri dari Kepala Desa yang Desanya berdada di wilayah Langkat HUlu terdiri dariDesa Desa yang ada di Kecamatan Bahorok,Kutambaru,Salapian,Kuala,Sirapit,Sei Bingei, Selesei,Binjai dan ditambah Kecamatan Secanggang yang berada di wilayah Langkat Hilir.

Kloter 1 yang berjumlah 126 orang sebelum berangkat ke Bandara Kualanamu di kumpulkan dengan titik kumpul di lapangan Merdeka Binjai selanjutnya dengan menggunakan tiga bus berangkat pukul 04.00 WIB ke Bandara untuk selanjutnya akan terbang menuju Bali dengan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 960 pada pukul 09.00 WIB dengan dengan rute penerbangan Kualanamo - Bandung (transit,tetap didalam pesawat)- Denpasar penerbangan JT 960 di jadwalkan tiba di Denpasar Bali pada pukul 14.45.

Keberangkatan para 239 Kades se Kabupaten Langkat ke Bali dalam rangka mengikuti bimtek dan studi banding Desa Terbersih di dunia menggunakan dana ADD sebesar Rp.12,950 juta per Kades.

Selama di Bali para Kepala Desa dan lainnya akan para Kades akan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pemerintahan Desa dan Kunjungan Lapangan Kepala Desa Se Kabupaten Langkat ke Desa terbersih di dunia Desa Penglipuran Bali.Kegiatan Bimbingan teknis Kades se Kabupaten Langkat akan dilaksanakan di Hotel Eden Kuta -Bali dari tanggal 2 September sampai dengan 6 september 2018.

Sementara Kepala Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lepan Darmianto dipastikan tidak ikut dalam rombongan keBali, disebabkan Kades tersebut berada dalam penahanan Polres Langkat terkait dugaan perbuatan cabul yang dilakukannya terhadap 2 orang anak yang telah di laporkan ke Polres Langkat.

Sementara itu sebelumnya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) Kabupaten Langkat Jaya Sitepu kepada halKahalki.com mengatakan, "saya tidak terlibat dalam kunjungan ke Bali hanya memfasilitasi keberangkatan mereka.Ada pihak ketiga melaksanakannya."

"Tidak ada paksaan dan ini telah menjadi agenda Kepala Desa melalui APDESI telah sepakat dan menanda tangani pernyataan"

"Disana ada bimtek (bimbingan teknis,red) juga.studi banding kebersihannya karena kebersihannya banyak orang yang kesana dan antrilah kesana,lagi pula kegiatan ini udah jadi agenda,"kata Jaya Sitepu di Tanjung Pura Kamis 23/8/2018/ref