halKAhalKI.com, Langkat | Puluhan warga Desa Kuta Gajah yang menginap di teras pintu masuk DPRD Kabupaten Langkat sejak Selasa malam, hingga hari Rabu siang (16/2/2022).
Aksi ini merupakan bentuk protes warga yang menilai penanganan rendaman air di perkebunan warga berjalan lambat. .
Informasi diperoleh dari warga yang menginap di DPRD Kabupaten Langkat, lahan dan tanaman warga yang terendam air seluas 20 hektar terjadi sejak bulan Desember 2021 lalu.
Akibat terendam air, warga tidak bisa memanen hasil perkebunan mereka yang merupakan mata pencaharian pokok warga demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami dah nggak tau lagi mau kemana, sebab lahan perkebunan saya seluas 5 rante yang ditanami kelapa sawit dan durian, sudah hampir 3 bulan ini tidak bisa dipanen lagi,” ucap salah seorang warga, Mariana, saat ditemui di gedung DPRD Langkat, Rabu (16/2/2022).
“Untuk kebutuhan sehari – hari terpaksa saya dan keluarga kerja serabutan, sedangkan pihak perusahaan tidak mau memberikan ganti rugi yang pantas,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Langkat Ralin Sinulingga menyatakan pihaknya siap mendukung warga yang melakukan aksi menginap di DPRD Langkat.
“Kami dari DPRD meminta kepada apihka perusahaan, harus benar benar proaktif menyelesaikan masalah ini. Kami tetap di belakang warga kami, ” tegas Ralin.
Eksplorasi konten lain dari halKAhalKI.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

